photo

Di sela-sela belajar OOP

Di sela-sela belajar OOP

a-weekender:

superhime!: Challenge Accepted!

superhime:

lagi stalking blog orang terus nemu ginian: tantangan buat ngisi tumblr 30 hari dengan isi sebagai berikut gitulah pokoknya

Day 01- A recent picture of you, and 15 interesting facts about yourself.
Day 02- The meaning behind your Tumblr name.
Day 03- A picture of you and your friends
Day 04- A…

Challenge Accepted!

Wah pingin juga, tapi apa bisa ya sebulan full ngeblog tiap hari? .____.

quote

"You have 2 friends in this life,
1. Allah, and 2. Those remind you of Allah"

Fatih Seferagic

(via kurniawangunadi)

(Source: arnova, via kurniawangunadi)

photo

(Source: nadhiraafi)

photos

jeruk-lemon:

WOW.

(Source: viekastv, via princessaputee)

photo

Quo vadis?

image

Yes it was just my mind busy scheming how would it beautifully goes on, without realizing it didn’t even start anywhere.

Sebuah percakapan absurd yang berhasil mengubah pola pikir kanak-kanak saya hingga bertahun-tahun lamanya. Antara saya (usia belum genap empat tahun) yang berada di beranda gubuk sewaan di kota masa kecil, dengan ibu saya yang sedang sibuk menjahit pakaian di ruang tengah.

Malam hari, bulan purnama tanggal pertengahan. Bunyi berderap bising mesin jahit mengisi ruangan. Suara lain timbul-tenggelam.

"Mah, di bulan ada apa?"

"Di ambulans ada orang sakit, Nis.”

"… Di bulan… Ada orang sakit…"

"…"

"Gimana terbangnya? … Yang udah meninggal kali, Mah?"

"Ah, iya, iya… Orang meninggal."

Hening lama sekali.

"… Orang meninggal… Perginya ke bulan…"

image

Kopi Pahit

Ketika tengah senang-senangnya memikirkan ini, aku jadi suka bersih-bersih kamar.

Saat tak ada dimana-mana dan sulit sekali dicari, mungkin sekarang-sekarang ini kamu di kamarmu tengah sibuk merakit pintu kemana saja atau portal yang bisa menembus ruang dan waktu. Suatu malam bukannya tidak mungkin mampir ke pundakmu rasa penat dan kesepian yang meronta ingin dilepaskan. Suatu malam yang lain bisa saja dengan alat itu kamu main-main ke kamarku yang juga sedemikian seringnya senyap – kamu sudah tahu. Nanti kamu bisa tiba-tiba muncul dari lemari baju. Atau dari celah-celah rak buku. Atau menyelinap ke bawah selimutku.

Dari sekian banyak hal yang mungkin kamu lakukan ketika kami tak melihatmu, hanya satu per seribu kemungkinan kamu tengah merakit portal ruang dan waktu. Ketika benda ajaib itu kelar kamu rakit pada suatu petang, pada malamnya yang kamu rasa sunyi akan terlewati di ruang ini – satu di antara sejuta ruang yang dapat kamu singgahi seingin hati. Maka seberapa banyak kemungkinan kamu untuk singgah ke dimensi ini malam nanti, sekedar duduk dan minum-minum kopi? Satu di antara…

Tapi itu angka bukan nol, ya.

“Pahit seperti biasa, kan?”

 

Bandung, Agustus 2013

Jati III

image

I wish I could get that close to you.
As the prayers to the nights,
as your griefs
to the space between my breaths.

audio

Jewel - Sov Gott (Sleep Well)

Jewel - Sov Gott (Sleep Well)

Sov gott, vackra delfin
Sov gott, jag vita varg
Vi har kärlek för varandra
För varandra
För alltid

Sov gott, vackra delfin
Sov gott, jag vita varg
Vi har kärlek för varandra
För varandra
För alltid

Sov gott
Sov gott, jag vita varg
Morgonen vaknar
Då kysser vi
Kysser vi, Kysser vi,
Sov gott
Sov gott, för alltid

Sov gott, vackra delfin
Sov gott, jag vita varg
Vi har kärlek för varandra
För varandra, för alltid

Sov gott
Sov gott, jag vita varg
Morgonen vaknar
Då kysser vi,
Då kysser vi, för alltid
Då kysser vi, för alltid
Sov gott
Sov gott
Sov gott

photos

(Source: natashakline, via kuntawiaji)

Surat Cinta untuk Indonesia

Teruntuk Indonesia.

Sudah genap setahun aku berada di balik tembok tinggi, berkalang kawat duri ini. Masih berada dalam naunganmu, tentu saja. Tapi terlalu banyak hal yang berhasil mengalihkan perhatianku darimu. Tugas ini, tugas itu. Kegiatan ini, kegiatan itu. Apatisme yang tumbuh meski tak dipupuk. Ya, lagi-lagi aku yang salah dan aku minta maaf.

Aku dengar kondisimu tengah buruk, ya? Meski penat sepasang kuping ini mendengar rentetan nasib buruk yang menimpamu, aku selalu ingin tahu - aku ingin peduli. Mulai dari pemimpinmu yang selalu nampak main-main akan nasib rakyatmu. Padahal kamu ingat sendiri kan, seberapa dalam kocek mereka keluarkan untuk membuat rakyatmu terkesan. Seberapa tinggi janji manis mereka untuk membuat rakyatmu terlena. Nyatanya tak becus mengurus. Tak bakat mengemban amanat. Tak cukup sampai di situ, keluhmu bahwa kamu ‘dijajah’ kembali. Sudah tiga setengah abad lebih kamu didera, dan rasa sakit itu kembali lagi. Kali ini bukan letus peluru maupun dentum meriam mengoyak tubuhmu seperti masa-masa itu. Kini dunia lebih cerdik dalam usaha mereka memperdayaimu. Sekuat tenaga mereka coba merampas identitasmu, membuat pemuda-pemudi yang lahir dan besar di pangkuanmu rela melepas rasa bangga atas bangsa mereka sendiri. Lalu, apa yang bisa kamu harapkan dari cinta yang mulai pudar?

Ah, maafkan aku lagi. Sebanyak apapun aku menuliskan hal-hal buruk yang terjadi padamu, semua itu tak akan mengubah apa-apa. Ya, sampai saat ini belum ada yang bisa aku lakukan. Selain dari tekadku untuk terus mencintaimu.

Indonesiaku, aku - kami di sini akan tetap mencintaimu. Apapun terjadi.

Aku dihadapkan pada pertanyaan yang menyangsikan rasa cintaku kepadamu. Apa yang bisa aku lakukan untukmu - setidaknya dalam jangka waktu 15 tahun ke depan? Tak ingin muluk-muluk, aku ingin berprestasi dan berguna bagimu dengan caraku sendiri. Dengan cara yang aku sukai. Nanti, akan kudidik putra-putrimu dalam bidang-bidang yang aku kuasai. Nanti, penemuan-penemuan hebat merekalah yang akan mengharumkan namamu. Menjadi sumbangsih untuk peradaban, bakti kepadamu dan kepada dunia. Ilmu yang kupelajari di institusi ini akan terus mengalir, menyirami dahaga pemuda-pemudi harapanmu akan pengetahuan.

Ya, aku ingin sekali menjadi seorang dosen. Oleh karena itu doakan dan dukung usahaku, ya. Kita akan tumbuh beriringan, aku akan menjadi insan yang bermanfaat dan kamu akan menjadi bangsa yang kuat. Amin!

Lagi, ya. Aku mencintaimu.

R

Tugas PLO Day-4. Surat Cinta untuk Indonesia (dengan sedikit embel-embel).

Udah lama nggak nulis dan dapet tugas beginian itu rasanya… Haha.

Jati II

MALAM DELAPAN-LIMA.
Aih, sudah sebegitu lamanya-kah hati itu nyangkut di gigimu?
Tak perlu buru-buru kamu kembalikan. Cukup tunjukkan padaku dia aman di sana, setiap saat kita bersua.

photo